Manajemen Pemasaran
Pasar global di abad 21
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, SE., MM.
Moch Rofiuddin / Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Ruang
Lingkup Pemasaran
Definisi Pemasaran
Menurut American Marketing Association (AMA), dalam Kotler (2009: 5),
mendefinisikan pemasaran sebagai suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses
untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan
untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi
dan pemangku kepentingannya.
Objek
dan Subjek Pemasaran
Beberapa entitas yang ditawarkan oleh pemasaran, menurut Kotler (2009: 6-7), di
antaranya sebagai berikut:
ü Barang dan jasa.
Barang-barang fisik merupakan bagian terbesar dari usaha produksi dan pemasaran kebanyakan negara. Apabila ekonomi sudah maju, maka semakin besar porsi aktivitas ekonomi yang berfokus pada produksi jasa.
ü Acara.
Pemasar mempromosikan
acara berdasarkan waktu, seperti pameran dagang, pertunjukkan seni, dan ulang
tahun perusahaan.
ü Tempat.
Kota, negara bagian,
kawasan, dan seluruh bangsa bersaing secara aktif untuk menarik turis, pabrik,
kantor pusat perusahaan, dan pemukim baru. Pemasar tempat mencakup spesialis
pengembangan ekonomi, agen real estate, bank komersial, asosiasi bisnis local,
serta agen periklanan dan hubungan masyarakat.
ü Properti. Properti adalah hak kepemilikan tak berwujud atas properti yang sebenarnya (real estate) atau properti financial (saham dan obligasi). Properti dibeli dan dijual, dan pertukaran ini membutuhkan pemasaran.
ü Ide dan informasi. Perusahaan yang menjual produk fisik dapat menambah nilai melalui penggunaan informasi. Selain itu, setiap penawaran pasar mengandung sebuah idea tau gagasan dasar. Produk dan jasa adalah landasan untuk mengembangkan ide.
Selanjutnya menurut Kotler (2009: 8-10), pemasar (marketer) adalah seseorang yang mencari respon—perhatian, pembelian, dukungan, sumbangan—dari pihak lain yang disebut prospek (prospect). Jika dua pihak ingin menjual sesuatu satu sama lain, kita menyebut kedua pihak tersebut pemasar. Pemasar sering menggunakan istilah pasar (market) untuk mencakup berbagai pengelompokkan pelanggan. Beberapa pasar pelanggan kunci di antaranya pasar konsumen, pasar bisnis, pasar global, dan pasar nirlaba.
Pemasaran dalam Praktik
Menurut Kotler (2009: 10-11), perusahaan umumnya membentuk departemen pemasaran
guna bertanggung jawab untuk menciptakan serta memberikan nilai kepada
pelanggan. Namun, pemasaran tidak lagi hanya dilakukan oleh departemen
pemasaran saja, tetapi harus memengaruhi setiap aspek dari pengalaman
pelanggan. Artinya, pemasar harus mengelola dengan baik setiap titik kontak
dengan pelanggan yaitu layout took, desain kemasan, fungsi produk, pelatihan
karyawan, metode pengiriman, dan logistik. Pemasaran juga harus benar-benar
terlibat dalam aktivitas manajemen umum yang penting, seperti inovasi produk
dan pengembangan bisnis baru.
Konsep Inti dalam Pemasaran
Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan
Menurut Koller (2009: 12-13), kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia untuk
dapat bertahan hidup. Kebutuhan-kebutuhan ini menjadi keinginan ketika
diarahkan ke objek tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut. Sedangkan
permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung dengan
kemampuan untuk membayar. Dalam hal ini, pemasar, bersama dengan faktor lainnya
mempengaruhi keinginan. Untuk memperoleh keuntungan, perusahaan harus membantu
pelanggan dalam mempelajari apa yang mereka inginkan.
Nilai dan Kepuasan
Menurut Kotler (2009: 14), penawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan
kepuasan kepada pembeli sasaran. Nilai mencerminkan sejumlah manfaat, baik yang
berwujud maupun tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan oleh pelanggan.
Nilai adalah kombinasi dari kualitas, pelayanan, dan harga, yang disebut juga
"tiga elemen nilai pelanggan". Kepuasan mencerminkan penilaian
seseorang tentang kinerja produk anggapannya (atau hasil) dalam kaitannya
dengan ekspektasi.
Kemampuan Baru Perusahaan
Menurut Kotler (2009: 17-18), kekuatan–kekuatan baru perusahaan masa kini:
· Pemasar dapat menggunakan internet sebagai saluran informasi dan penjualan yang kuat, memperluas jangkauan geografis mereka untuk memberikan informasi kepada pelanggan dan mempromosikan bisnis dan produk mereka di seluruh dunia.
· Para peneliti dapat mengumpulkan informasi yang lebih lengkap dan kaya tentang pasar, pelanggan, prospek dan pesaing.
· Pemasaran target dan komunikasi dua arah menjadi lebih mudah berkat perkembangan majalah minat khusus, saluran TV, dan kelompok diskusi internet.
·
Pemasar dapat mengirimkan iklan, kupon,
dan informasi kepada pelanggan yang memintanya.
Manager dapat memperbaiki pembelian, perekrutan, pelatihan, dan komunikasi
internal serta eksternal.
· Perusahaan juga dapat merekrut karyawan baru secara online.
Orientasi
Perusahaan terhadap Pasar
- Konsep Produksi
Menurut Kotler (2009: 19), konsep produksi adalah konsep tertua dalam bisnis.
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen lebih menyukai produk yang tersedia dalam
jumlah banyak dan tidak mahal. Para manajer dari bisnis yang berorientasi pada
produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produk yang tinggi, biaya
rendah dan distribusi massal.
- Konsep Produk
Menurut Kotler (2009: 19), konsep produk berpendapat bahwa konsumen menyukai
produk yang menawarkan kualitas, kinerja atau fitur inovatif terbaik. Manajer
dari organisasi ini berfokus untuk membuat produk yang unggul dan senantiasa
memutakhirkannya. Suatu produk baru tidak akan sukses jika tidak didukung oleh
harga, distribusi, iklan, dan penjualan yang tepat.
Konsep Penjualan
Menurut Kotler (2009: 19-20), konsep penjualan beranggapan bahwa konsumen dan bisnis, jika dibiarkan tidak akan membeli cukup banyak produk organisasi. Karenanya, organisasi tersebut harus melakukan upaya penjualan dan promosinya yang agresif. Konsep penjualan berfokus pada kebutuhan penjual. Penjualan didasarkan oleh kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang.
Konsep
Pemasaran Holistik
Menurut Kotler (2009: 20-21), trend dan kekuatan yang menentukan abad ke-21
juga mengarahkan perusahaan-perusahaan bisnis pada serangkaian kepercayaan dan
praktik baru. Para pemasar terbaik masa kini memahami kebutuhan untuk memiliki
pendekatan yang lebih lengkap dan kohesif. Konsep pemasaran holistik didasarkan
atas pengembangan, desain, dan pengimplementasian program pemasaran, proses dan
aktivitas-aktivitas yang menyadari keluasan dan sifat saling ketergantungannya.
Perusahaan menyesuaikan bauran pemasaran di pasar internasional
Suatu bauran produk perusahaan memiliki empat dimensi penting: luas, panjang, kedalaman, dan konsistensi. Luas bauran produk berhubungan dengan sejumlah lini produk berbeda yang ditawarkan perusahaan. Misalnya, Procter & Gamble memasarkan bauran produk yang cukup luas yang terdiri dari banyak lini produk, termasuk kertas,makanan, pembersih, perabot rumah tangga, obat, kosmetik, dan produk perlindungan pribadi. Panjang bauran produk berhubungan dengan banyaknya jenis barang yang dibuat dalam lini produknya. Procter&Gamble biasanya memasukkan banyak merek dalam setiap lini. Misalnya, perusahaan ini menjual sebelas deterjen pencuci pakaiarn, delapan sabun tangan, enam shampo,dan empat deterjen pencuci piring. Kedalaman produk lini berhubungan dengan sejumlah versi yang ditawarkan masing-masing produk dalam lini. Oleh karena itu, pasta gigi Crest dari Procter & Gamble memiliki tiga ukuran dan dua formula (pasta dan gel). Akhirnya, konsistensi bauran produk berhubungan dengan seberapa erat hubungan berbagai lini produk dalam pemakaian akhir, kebutuhan produksi, saluran distribusi atau beberapa hal lain. Lini produk Procter & Gamble akan konsisten jika merupakan produk konsumen yang disalurkan lewat saluran distribusi yang sama. Lini akan kurang konsisten jika produk-produk itu melakukan fungsi yang berbeda bagi pembeli.
Berbagai dimensi bauran produk ini memberikan kemudahan untuk menentukan strategi produk Perusahaan dapat meningkatkan bisnisnya dalam empat cara. Perusahaan dapat menambah lini produk barunya, sehingga memperluas bauran produknya. Dengan cara ini, lini barunya akan membangun reputasi perusahaan dalam lini lainnya Perusahaan juga bisa memperpanjang lini produk yang sudah ada untuk menjadi Perusahaan dengan lini yang lebih lengkap. Atau perusahaan dapat menammbah keragaman tiap produknya, sehingga memperdalam bauran produknya. Akhirnya, perusahaan dapat lebih menambah konsistensi lini produk-atau menguranginya-tergantung apakah perusahaan ingin memiliki reputasi kuat dalam suatu bidang atau dalam beberapa bidang.
Karakteristik yg mempengaruhi pemasaran jasa
Saat kita beralih ke ekonomi jasa dunia, pemasar perlu mengetahui lebih banyak tentang jasa pemasaran. Jasa dikarakterisasikan dengan empat karakteristik kunci. Pertama, jasa itu tidak berwujudtidak dapat dilihat, dicicipi, dirasa, didengar, atau dibaui. Jasa juga tidak dapat dipisahkan dari penye-dianya. Jasa juga beragam karena kualitasnya tergantung dari penyedia jasa begitu pula denganlingkungan di sekitar penyampaian jasa. Akhirnya,jasa itu tidak tahan lama. Akibatnya, jasa tidak dapatdisimpan, dibuat, atau dipesan ulang. Setiap karakteristik memiliki masalah dan kebutuhan pemasaran. Pemasaran berupaya mencari cara untuk membuat jasa lebih brwujud, untuk meningkatkan produktivitas penyedianya yang tidak bisa dipisahkan dari produk mereka, untuk menstandarisasi kualitas dalam keragaman yang ada, dan untuk memperbaiki gerakan permintaan kapasitas penawaran karena tidak tahan lamanya jasa.
Jadi
kesimpilanya Menurut Kotler (2009: 5), manajemen
pemasaran terjadi ketika setidaknya satu pihak dalam sebuah pertukaran
potensial berpikir tentang cara-cara untuk mencapai respon yang diinginkan
pihak lain. Karenanya kita memandang manajemen pemasaran (marketing management)
sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta
menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan, dan mengkomunikasikan
nilai pelanggan yang unggul.
Evolusi gagasan-gagasan pemasaran meliputi konsep produksi, konsep produk,
konsep penjualan, konsep pemasaran hingga pada abad ke-21 ini, konsep pemasaran
yang mengarahkan perusahaan pada serangkaian kepercayaan dan praktik baru,
yaitu konsep pemasaran holistik. Konsep pemasaran holistik mencakup pemasaran
hubungan, pemasaran terintegrasi dan pemasaran internal.
- Beberapa tugas dan tanggung jawab manajemen pemasaran di antaranya
mengembangkan strategi dan rencana pemasaran, membentuk penawaran pasar dan
menciptakan pertumbuhan jangka panjang.

Comments
Post a Comment