Manajemen Pemasaran

 One To One Marketing

Dosen Pengampu  : Tofan Tri Nugroho, SE., MM.

Moch Rofiuddin  /  Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

 

Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).

Manajemen Pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang di design untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler & Amstrong)

Philip Kotler dalam bukunya marketing management analysis, planning, and control, mendefinisikan pemasaran secara lebih luas, yaitu pemasaran adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

Pengertian One to One Marketing

One-to-One Marketing adalah teknik memasarkan produk dengan cara memberikan produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan hasil identifikasi terhadap kebutuhan dan preferensi mereka masing-masing. Teknik ini menyadari konsep customer lifetime value, dimana pelanggan yang loyal dan melakukan pembelian berulang akan memberikan nilai yang besar terhadap perusahaan. Supaya pelanggan melakukan pembelian berulang, maka kuncinya adalah dengan one-to-one marketing, memenuhi kebutuhannya secara spesifik. One-to-one marketing terdiri dari 2 jenis, yakni Personalization dan customization. 

      Personalization 

Personalization terjadi ketika perusahaan mengambil keputusan marketing mix yang sesuai, berdasarkan dengan kumpulan data pelanggan yang telah diperoleh. Personalization mempunyai beberapa keunggulan, antara lain kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan laba yang juga lebih tinggi. Kepuasan diharapkan akan meningkat, karena perusahaan melakukan marketing mix yang relevan dengan data pelanggan. Hanya saja, personalization juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, adalah kekhawatiran menyerang privasi orang. Personalization adalah mengumpulkan data dan memanfaatkan data yang diperoleh. Kedua, personalization ini cukup mahal, karena membutuhkan data dan software yang mahal untuk melakukannya karena tergantung pada keakuratan personalization itu sendiri. Misalnya, apakah Amazon merekomendasikan buku tertentu kepada orang yang tepat? Tentunya ini sulit untuk dipastikan dan membutuhkan survey tersendiri. Contoh personalization antara lain adalah: 

             Rekomendasi buku dan musik yang sesuai dengan profil pribadi 
pelanggan dari Amazon.com.

            E-Bay yang dapat melihat tren penggunaan user dan sejarah pencarian 
yang dilakukannya, sehingga sistem dapat mengeluarkan link yang 
relevan dengan sejarah pencarian user. 

             Search Engine seperti Google atau Alta Vista menganalisa jenis 
pencarian yang dilakukan oleh user. Sehingga, ketika user mencari  topik yang serupa, search engine dapat merespon secara lebih cepat.

 

 

      Customization

Customization adalah ketika pelanggan secara proaktif memilih satu elemen marketing mix atau lebih bagi mereka. Jadi, perbedannya dengan personalization adalah disini pelanggan yang lebih berperan banyak untuk memilih.  Jika Amazon merupakan contoh yang terbaik untuk praktik personalization, maka untuk customization, Dell adalah yang memegang peran utama dalam industri komputer. Dell memungkinkan user untuk memesan komputer secara custom-made atau sesuai pesanan.customization adalah yang menjadikan Dell sebagai salah satu pemain utama di industri PC. 

Manfaat utama yang diperoleh dari customization adalah kepuasan pelanggan yang lebih besar. Mengapa? karena pada customization, order dibuat sesuai dengan keinginan pelanggan. Sehingga, ketika pelanggan memperoleh hasil pesanan yang sesuai dengan keinginan dan ekspektasinya, maka mereka akan puas. 

Salah satu keunggulan potensial yang ditawarkan oleh customization adalah memberikan diferensiasi produk tersendiri. Pada beberapa industri yang tingkat persaingannya tinggi, misalnya restoran, perbankan, apparel, hingga komputer, diferensiasi produk sulit untuk dicapai. Melalui customization, maka suatu produk akan memiliki diferensiasi produk tersendiri yang unik. Dell, misalnya, merajai bisnis PC karena keunggulan mereka dalam custom-made. Namun, customization juga memiliki kelemahan, yakni pada biaya. Tentunya customization memicu biaya yang lebih besar. Sepatu Adidas yang customized, misalnya, biayanya 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang standar.

 

Pengaplikasian One to one Marketing

·         Penjualan temu muka

·         Pemasaran direct-mail

·         Pemasaran katalog

·         Telemarketing

·         Pemasaran televisi tanggap langsung

·         Pemasaran kios

·         Pemasaran online

Dasar Teknologi Database Pemasaran

Bagaimana pemasar dapat benar-benar berkomunikasi dengan konsumen mereka seorang dalam suatu waktu? bagaimana perusahaan besar seperti federal express atau harrah’s entertainment berkomunikasi dengan masing-masing dan setiap orang dari ribuan atau jutaan konsumen dalam tingkat individu semacam itu?

Jawaban tersebut terdapat dalam teknologi database. Pada dasarnya, one-to-one marketing tidak lebih dari hubungan yang digarap oleh seorang tenaga penjual dengan konsumen. Seorang tenaga penjual yang sukses membangun hubungan setiap waktu, berpikir secara konstan tentang kebutuhan dan keinginan konsumen, dan memperhatikan trend dan pola sejarah pembeli konsumen. Tenaga penjual mungkin menginformasikan, mendidik, dan menginstruksikan konsumen tentang produk baru, teknologi, atau aplikasi dalam antisipasi kebutuhan konsumen mendatang atau syarat lainnya.

Database marketing merupakan proses pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan pusat data pelanggan atau pusat data lainnya (produk, pemasok, pengulang jual) untuk keperluan berkontak dan bertransaksi dengan pelaggan.

Dalam pemasaran konsumen, pusat data pelanggan dapat berisi data pelanggan dapat berisi demgrafi pelagga (umur, penghasilan, anggota keluarga, tanggal lahir), psikografik (kegiatan, minat, dan opini), da perilaku pembelian (pembelian sebelumya, preferensi pembelian), dan ifrmasi terkait.

Pemasaran pusat data paling sering digunakan oleh pemasar bisnis ke bisnis dan pemberi jasa (hotel, bank, dan perusahaan penerbangan). Dengan adaya ifmasi ini dalam pusat data mereka, perusahaan perusahaan ini dapat mengidentifikasi kelompok kecil pelanggan untuk menerima tawaran pemasaran dan komunikasi yang benar-benar telah disesuaikan untuk mereka.

 

Tiga Tingkat dari Database One to One Marketing

Satu ke satu (one to one, 1 : 1)

Satu ke banyak (one to many, 1 : M)

Banyak ke banyak (many to many, N : M)

One To One Marketing dan Internet

Di Indonesia, kecenderungan one-to-one marketing ini terjadi dalam banyak lini. Untuk usaha kecil, penjualan produk fashion via internet menjadi contoh efektivitas strategi ini. Penjual menyediakan sedikit barang namun beraneka ragam agar tipikal konsumen berbeda dapat memilih produk yang berbeda pula. Iming-iming eksklusivitas, ketiadaan barang yang sama, menjadi trigger penjualan online ini. Sedangkan, dalam contoh usaha menengah, konsep one-to-one marketing terlihat pada minimarket-minimarket. Toko-toko ini menjual beberapa barang khusus, yang tidak terdapat di toko lain. Pelanggan pun dapat membuat makanan atau minuman sesuai dengan seleranya, seperti memilih daging, kemudian terserah padanya akan dimasak seperti apa daging itu. Pada skala perusahaan besar, konsep ini diterapkan oleh perusahaan bahan konstruksi.

Kerahasiaan Pribadi Menyangkut One to One Marketing

Kelemahan lain dari one-to-one marketing adalah meningkatnya keprihatinan kerahasiaan pribadi oleh para informasi mengenai pelanggan yang dapat dilihat sebagai sesuatu yang sensitif dan pribadi. Meskipun beberapa pelanggan menikmati diperlukan sebagai individu melalui teknik para pemasar mengetahui terlalu banyak tentang mereka dan mungkin menyalahgunakan informasi pribadi mereka, hal yang menyangkut kerahasiaan pribadi terhadap one-to-one marketing dan teknologi database.

 

 Jadi Kesimpulan dari One-to-One Marketing adalah teknik memasarkan produk dengan cara memberikan produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan hasil identifikasi terhadap kebutuhan dan preferensi mereka masing-masing. One-to-one marketing terdiri dari 2 jenis, yakni Personalization dan customization. Kekuatan yang mempengaruhi one to one marketing

ü  Masyarakat yang lebih beragam

ü  Konsumen yang menuntut lebih banyak dan mempunyai waktu sedikit

ü  Permintaan untuk tanggung jawab pemasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Manajemen Pemasaran