Manajemen Pemasaran
One to One Marketing - Kelompok 8
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., MM.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Sub Bab :
- One to One Marketing
- Kekuatan yang mempengaruhi one to one marketing
- sebuah proses komunikasi pemasaran yang direvisi
- keuntungan dari one to one marketing
Fenomena perubahan production-oriented menjadi customer-oriented, membuat perusahaan menjadikan pelanggan sebagai aset perusahaan yang sangat berharga (Kotler, 2010). Fokus kepada pelanggan merupakan salah satu kunci untuk memenangkan persaingan dan mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Perusahaan harus mengetahui apa yang dibutuhkan, apa yang diinginkan oleh pelanggan. Pelanggan yang puas biasanya akan tetap setia untuk jangka waktu yang lama, serta membeli lagi ketika perusahaan memperkenalkan produk atau jasa baru (Kotler dan Keller, 2009, p.140). Demikian dapat diketahui bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas, oleh karena itu para pesaing harus bisa memuaskan para pelanggan dengan sangat bijak. Menurut Kotler dan Keller (2009, p.164), kepuasan didefinisikan sebagai perasaan pelanggan yang puas atau kecewa yang dihasilkan dari membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk atau hasil dengan harapan pelanggan. Jika kinerja gagal memenuhi harapan, maka pelanggan tidak akan puas, sebaliknya jika kinerja sesuai dengan harapan, maka pelanggan akan puas. Pelanggan yang puas biasanya akan tetap setia untuk jangka waktu yang lama, serta membeli lagi ketika perusahaan memperkenalkan produk atau jasa baru (Kotler dan Keller, 2009, p.140).
PENGERTIAN
One to one marketing adalah jenis pemasaran yang menyesuaikan penawaran perusahaan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan individu. Tujuannya adalah untuk mengembangkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan individu.
Dalam one to one marketing, pemasar pendekatan
menyesuaikan upaya pemasaran sesuai dengan keinginan atau kebutuhan pelanggan
individu Seringkali mengambil bentuk dimana dialog terjadi secara langsung antara
perusahaan dan pelanggan perorangan. Dialog ini melibatkan perusahaan yang mendengarkan
kebutuhan pelanggan dan merespon dengan layanan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Contoh paling sederhananya dari one to one marketing adalahpenjual nasi goreng.
Kekuatan yang mempengaruhi one to one marketing
Beberapa kekuatan yang mempengaruhi one to one marketing adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat yang lebih beragam
2. Konsumen yang menuntut lebih banyak dan mempunyai waktu sedikit
3. permintaan untuk tanggung jawab pemasaran
Sebuah proses komunikasi pemasaran yang direvisi
1. Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang target audiens
2. Pastikan terus berkomunikasi dengan pelanggan
3. Meninggalkan kesan dan pesan yang baik pada pelanggan
Keuntungan dari one to one marketing
1. Kemampuan untuk mengidentifikasi para pelanggan yang paling banyak dan paling sedikit menguntungkan
2. Kemampuan untuk menciptakan hubungan jangka panjang dengan para pelanggan
3. Kemampuan upaya pemasaran sasaran hanya untuk orang yang kemungkinan tertarik
4. Kemampuan untuk mengujarkan pesan yang beragam bagi konsumen yang berbeda
5. Meningkatkan pengetahuan mengenai para pelanggan dan calon pelanggan
Konsep Loyalitas Pelanggan
Selain itu loyalitas atau kesetiaan dapat didefinisikan sebagai komitmen yang dipegang kuat untuk membeli atau berlangganan lagi produk atau jasa tertentu di masa depan meskipun ada pengaruh situasi dan usaha pemasaran yang berpotensi menyebabkan perubahan perilaku (Kotler dan Keller, 2007, p.175). Menurut Kotler dan Keller (2009), dapat disimpulkan bahwa pelanggan yang loyal dapat diukur melalui beberapa hal, yaitu: Word of mouth, merekomendasikan orang lain untuk membeli atau mereferensikan kepada orang lain. Reject another, menolak menggunakan produk lain atau menunjukkan kekebalan terhadap tarikan dari pesaing. Repeat purchasing, seberapa sering melakukan pembelian ulang. Sukses tidaknya suatu perusahaan dalam menciptakan pelanggan yang loyal sangat tergantung pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai dan secara terus menerus berupaya memperbaikinya.
Perusahaan harus melakukan inovasi produk agar produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan para pelanggan dan dapat memuaskan pelanggan (Kotler dan Keller, 2010, p.5). Terdapat 3 metode yang bisa digunakan untuk mengukur tinggi tidaknya kepuasan pelanggan terhadap suatu perusahaan menurut Kotler dan Keller (2009, p.166) yaitu :
1.Periodic Surveys (survei berkala) : Survei berkala mampu melacak kepuasan pelanggan secara langsung dan juga mengajukan pertanyaan tambahan untuk mengukur niat pembelian kembali dan kemungkinan atau kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan suatu perusahaan dan merk terhadap orang lain.
2.Customer Loss Rate (tingkat kehilangan pelanggan) : Pengukuran tingkat kehilangan pelanggan dapat dilakukan dengan mengamati secara langsung kepada pelanggan yang merupakan pelanggan tetap. Pencegahan yang dapat dilakukan kepada pelanggan yang tidakkembali pada perusahaan adalah dengan menghubungi pelanggan tersebut.
3.Mystery Shoppers (pelanggan misterius) : Pelanggan misterius adalah seseorang yang berperan sebagai pembeli potensial dan memberikan titik kuat serta titik lemah yang dialaminya dalam berbelanja produk di perusahaan tersebut ataupun saat berbelanja di perusahaan kompetitor.
Comments
Post a Comment