Manajemen Pemasaran
Menciptakan Nilai, Kepuasan, Dan Loyalitas Pelanggan -PHILLIP KOTLER
A. MEMBANGUN NILAI,
KEPUASAN, DAN LOYALITAS PELANGGAN
Perusahaan pemasaran yang berhasil adalah yang menggunakan diagram
organisasi modern. Pada puncak piramid terdapat pelanggan,
urutan berikutnya adalah orang-orang garis depan yang memenuhi, melayani,
dan memuaskan pelanggan; di bawahnya terdapat manajer menengah, yang tugasnya
mendukung orang garis depan sehingga mereka dapat melayani pelanggan dengan
baik; dan di dasar piramid terdapat manajemen puncak yang tugasnya
mempekerjakan dan mendukung manajer menengah yang baik. Pelanggan di sepanjang
sisi piramid untuk mengindikasikan bahwa manajer di semua tingkat harus
terlibat secara pribadi dalam mengetahui, memenuhi, dan melayani pelanggan.
NILAI YANG DI PERSEPSIKAN PELANGGAN
Nilai yang dipersepsikan pelanggan didasarkan pada selisih antara apa yang
didapatkan pelanggan dan apa yang ia berikan untuk kemungkinan pilihan yang
berbeda. Pelanggan mendapatkan manfaat dan menanggung biaya. Pemasar dapat
meningkatkan nilai penawaran pelanggan melalui beberapa kombinasi peningkatan
manfaat ekonomi, fungsional, atau emosional dan/atau mengurangi satu jenis
biaya atau lebih.
Menerapkan Konsep Nilai. Seringkali manajer mangadakan analisis
nilai pelanggan untuk mengungkapkan kekuatan dan kelemahan perusahaan relatif
terhadap kekuatan dan kelemahan berbagai pesaingnya. Langkah-langkah dalam
analisis ini adalah :
1. Mengidentifikasikan
atribut dan manfaat utama yang dinilai pelangan
2. Menilai arti penting
kuantitatif dari atribut dan manfaat yang berbeda
3. Menilai kinerja
perusahaan dan pesaing berdasarkan nilai pelanggan yang berbeda dan
membandingkan dengan peringkat arti pentingnya
4. Mempelajari bagaimana
pelanggan pada segmen tertentu menentukan peringkat kinerja perusahaan terhadap
pesaing utama tertentu berdasarkan suatu atribut atau manfaat
5. Mengamati nilai
pelanggan sepanjang waktu
Pilihan dan Implikasi. Beberapa pemasar mungkin berpendapat
bahwa proses yang diuraikan barusan terlalu rasional. Anggaplah pelanggan
memilih traktor K, ada 3 kemungkinan:
1. Pembeli mungkin
diperintahkan membeli pada harga terendah
2. Pembeli akan mundur
sebelum perusahaan menyadari bahwa traktor K lebih mahal untuk dioperasikan
3. Pembeli menikmati
persahabatan jangka panjang dengan wiraniaga K
Menghantarkan Nilai Pelanggan Yang Tinggi. Konsumen mempunyai
beragam tingkat loyalitas terhadap merek, toko dan perusahaan tertentu.
Proposisi nilai adalah pernyataan tentang pengalaman yang akan didapatkan
pelanggan dari penawaran pasar perusahaan dan dari hubungan mereka dengan
pemasok. Sistem penghantaran nilai meliputi semua pengalaman yang akan
didapatkan pelanggan dalam proses memperoleh dan mengunakan penawaran.
TOTAL KEPUASAN PELANGGAN
Secara umum, kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang di persepsikan produk
terhadap ekspektasi mereka. Ekspektasi berasal dari pengalaman pembelian masa
lalu; nasihat teman dan rekan; serta informasi dan janji pemasar dan
pesaing. Keputusan pelanggan untuk bersikap loyal atau bersikap tidak loyal
merupakan akumulasi dari benyak masalah kecil dalam perusahaan.
MENGAMATI KEPUASAN
Banyak perusahaan secara sistematis mengukur seberapa baik mereka
memperlakukan pelanggan mereka, mengenali faktor-faktor yang membentuk
kepuasan, dan melakukan perubahan dalam perubahan dalam operasi dan pemasaran
mereka sebagai akibatnya. Perusahaan akan bertindak bijaksana dengan mengukur
kepuasan secara teratur karena salah satu kunci untuk mempertahankan pelanggan
adalah kepuasan pelanggan.
Teknik Pengukuran. Ada sejumlah metode untuk mengukur
kepuasan pelanggan. Survei berkala dapat melacak kepuasan
pelanggan secara langsung dan juga mengajukan pertanyaan tambahan untuk
mengukur mengukur niat pembelian kembali dan kemungkinan atau kesediaan
responden untuk merekomendasikan suatu perusahaan dan merek kepada orang lain.
Selain mengadakan survei berkala, perusahaan dapat mengamati tingkat
kehilangan pelanggan dan menghubungi pelanggan yang berhenti membeli
atau beralih ke pemasok lain untuk mengetahui alasannya. Terakhir, perusahaan
dapat mempekerjakan pembelanja misterius untuk berperan
sebagai pembeli potensial dan melaporkan titik kuat dan lemah yang dialaminya
dalam membeli produk perusahaan maupun produk pesaing.
Pengaruh Kepuasan Pelanggan. Bagi perusahaan yang berpusat pada
pelanggan, kepuasan pelanggan merupakan tujuan dan sarana pemasaran. Dewasa ini
perusahaan harus lebih baik lagi memperhatikan tingkat kepuasan pelanggannya
karena internet menyediakan sarana bagi konsumen untuk menyebarkan berita buruk
dan baik dengan cepat ke seluruh dunia.
Keluhan Pelanggan. Beberapa perusahaan berpikir bahwa cara
memperhatikan kepuasan adalah dengan mencatat keluhan. Pelanggan akan membeli
kembali dari perusahaan jika keluhan mereka diselesaikan dengan cepat. Faktanya,
sesempurna apapun rancangan dan implementasi sebuah program pemasaran,
kesalahan akan terjadi. Formulir saran, nomor bebas pulsa, situs web, dan
alamat e-mail memungkinkan komunikasi dua arah yang cepat. Diluar itu, prosedur
berikut dapat membantu memulihkan itikad baik pelanggan :
1. Membuka hotline gratis
7 hari, 24 jam (lewat telepon, faks. Atau e-mail) untuk menerima dan
menindaklanjuti keluhan pelanggan.
2. Menghubungi pelanggan
yang menyampaikan keluhan secepat mungkin.
3. Menerima tanggung
jawab atas kekecewaan pelanggan; jangan menyalahkan pelanggan.
4. Mempekerjakan orang
orang layanan yang memiliki empati.
5. Menyelesaikan keluhan
dengan cepat dan mengusahakan kepuasan pelanggan.
KUALITAS PRODUK DAN JASA
Kepuasan juga tergantung pada kualitas produk dan jasa. Perusahaan yang
memuaskan sebagian besar kebutuhan pelanggannya sepanjang waktu disebut
perusahaan berkualitas, tetapi kita harus membedakan antara kesesuaian kualitas
dan kinerja kualitas.
Pengaruh Kualitas. Kualitas produk dan jasa, kepuasan pelanggan,
dan profitabilitas perusahaan adalah 3 hal yang terkait erat. Semakin tinggi
kualitas, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan yang dihasilkan, yang
mendukung harga yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.
Kualitas Total. Kualitas total adalah peran pemasar dalam membantu perusahaan mereka
mendefinisikan dan menghantarkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi kepada
pelanggan sasaran. Pertama, mereka mengemban tanggung jawab utama
untuk mengidentifikasi kebutuhan dan persyaratan pelanggan dengan benar. Kedua,
mereka harus mengkomunikasikan ekspektasi pelanggan dengan tepat kepada
perancang produk. Ketiga, mereka harus memastikan bahwa pesanan
pelanggan dipenuhi dengan tepat dan sesuai jadwal. Keempat, mereka
harus memeriksa bahwa pelanggan menerima instruksi yang benar, pelatihan, dan
bantuan teknis dalam penggunaan produk. Kelima, mereka harus tetap
berhubungan dengan pelanggan setelah penjualan untuk memastikan bahwa mereka
puas dan tetap puas. Keenam, mereka harus mengumpulkan ide yang
pelanggan tentang perbaikan produk dan jasa dan menyalurkan ide-ide tersebut ke
departemen yang tepat.
B. MEMAKSIMALKAN NILAI SEUMUR HIDUP
PROFITABILITAS PELANGGAN
Pelanggan yang menguntungkan adalah orang, rumah tangga atau perusahaan
yang sepanjang waktu menghasilkan aliran pendapat yang melebihi jumlah aliran
biaya perusahaan yang dapat ditoleransi untuk menarik, menjual, dan melayani
pelanggan tersebut.
Analisis Profitabilitas Pelanggan. Perusahaan memperkirakan semua
pendapatan yang didapatkan dari pelanggan, dikurangi semua biaya. Biaya tidak
hanya mencakup biaya pembuatan dan pendistribusian produk dan jasa, namun
mencakup penerimaan panggilan telepon dari pelanggan, bepergian mengunjungi
pelanggan, pembayaran hiburan dan hadiah-semua sumber daya perusahaan untuk
melayani pelanggan itu.
Portofolio Pelanggan. Untuk mengelola portofolio pelanggan yang
terdiri dari berbagai kelompok pelanggan yang didefinisikan berdasarkan
loyalitas, profitabilitas, dan faktor lain. Salah satu perspektifnya adalah
bahwa portofolio perusahaan terdiri dari kombinasi “rekan”, “teman”, dan
“mitra” yang terus berubah. Tiga jenis pelanggan ini mempunyai kebutuhan
produk, kegiatan pembelian, penjualan, dan aktivitas pelayanan, serta biaya
akuisisi dan keuntungan kompetitif yang berbeda-beda.
MENGUKUR NILAI SEUMUR HIDUP PELANGGAN
Kasus memaksimalkan profitabilitas jangka panjang ditangkap dalam konsep
nilai seumur hidup pelanggan. Nilai Seumur Hidup Pelanggan menggambarkan nilai
sekarang bersih dari aliran laba masa depan yang diharapkan sepanjang pembelian
seumur hidup pelanggan. Perhitungan CLV memberikan kerangka kerja kuantitatif
resmi dan membantu pemasar mengadopsi perspektif jangka panjang.
T = lamanya hubungan bisnis
eT = pendapatan dari satu pelanggan
aT = biaya yang dikeluarkan untuk layanan pelanggan
i = tingkat perhitungan yang menggunakan durasi seluruh
hubungan pelanggan sebagai kuantitas perhitungan.
Nilai rata-rata sering digunakan untuk seluruh siklus
pelanggan.
Perhitungan dasar CLV:
CLV = Total T pada saat T0 * (eT – aT / (1 + i) *T)
Misalkan CLV pelanggan dari pelanggan penyedia telepon seluler harus dihitung.
Durasi hubungan bisnis T diasumsikan 10 tahun. Sejalan dengan itu, tingkat
perhitungan adalah 10%, yaitu 0,1 untuk digunakan dalam rumus. Setiap dua tahun
pelanggan membeli smartphone baru senilai $ 400 (eT). Produsen menerapkan $ 50
(aT) per tahun untuk layanan pelanggan dalam bentuk korespondensi, percakapan
telepon, dan email. Karena eT dan aT adalah nilai yang harus terkait dengan
periode orang yang menjadi pelanggan, mereka dihitung sebelumnya: 5 * 400 sama
dengan $ 2000 dan 50 * 10 sama dengan $ 500. Sekarang nilai-nilai digunakan dalam
rumus CLV.
C. MENGEMBANGKAN HUBUNGAN PELANGGAN
Memaksimalkan nilai pelanggan berarti mengembangkan hubungan pelanggan
untuk jangka panjang. Kebanyakan perusahaan telah meninggalkan pemasaran massal
yang tidak efisien dan beralih kepemasaran yang presisi yang dirancang untuk
membangun hubugan pelanggan yang kuat. Ekonomi saat ini didukung oleh bisnis
informasi yang memiliki kelebihan, namun bisnis informasi tak selalu
menguntungkan tetapi juga bisa merugikan.
MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
Manajemen Hubungan pelanggan adalah proses mengelola informasi rinci
tentang pelanggan perorangan dan semua “titik kontak” pelanggan secara seksama
untuk memaksimalkan loyalitas pelanggan. Titik kontak pelanggan
adalah semua kejadian dimana pelanggan menghadapi merek dan produk-dari
pengalaman aktual ke komunikasi pribadi atau massal hingga observasi biasa.
Manajemen hubungan pelanggan memungkinkan perusahaan menyediakan layanan
pelanggan real time yang sempurna melalui penggunaan informasi
akun perorangan yang efektif.
1. Pemasaran Satu-Satu
2. Mengidentifikasi
prospek dan pelanggan anda
3. Pendiferensiasikan
pelanggan berdasarkan; 1. Kebutuhan mereka dan 2. Nilai mereka untuk perusahaan
anda
4. Berinteraksi dengan
pelanggan perorangan untuk meningkatkan pengetahuan anda tentang kebutuhan
perorangan mereka dan membangun hubungan yang lebih kuat
5. Memodifikasi produk,
layanan, dan pesan kepada setiap pelanggan
Meningkatkan Nilai Basis Pelanggan. Pendorong utama nilai pemegang
saham adalah nilai agregat dari basis pelanggan. Perusahan top meningkatkan
nilai basis pelanggan mereka dengan melaksanakan strategi berikut ini dengan
baik :
§ Mengurangi tingkat
keberhasilan pelanggan.
§ Meningkatkan daya
tahan hubungan pelanggan.
§ Meningkatkan potensi
pertumbuhan setiap pelanggan melalui pangsa dompet, penjualan silang, dan
penjualan ke atas.
§ Membuat pelanggan
berlaba rendah lebih menguntungkan atau menghilangkan mereka.
§ Memfokuskan usaha yang
tidak seimbang untuk pelanggan bernilai tinggi.
MENARIK DAN MEMPERTAHANKAN PELANGGAN
Perusahaan yang berusaha memperbesar laba dan penjualan mereka harus
menghabiskan cukup banyak waktu dan sumber daya untuk mencari pelanggan baru.
Mengurangi Keberalihan. Meskipun demikian, perusahaan tidak cukup hanya
menarik pelanggan baru, perusahaan harus mempertahakan mereka dan meningkatkan
bisnis mereka. Terlalu banyak perusahaan yang mengalami kerugian akibat
pelanggan yang hilang atau beralih. Untuk mengurangi tingkat keberalihan ini,
perusahaan harus :
1. Mendefinisikan dan
mengukur tingkat retensinya.
2. Membedakan tingkat
“erosi” pelanggan yang mengidentifikasi pelanggan yang dapat dikelola dengan
lebih baik.
3. Membandingkan tingkat
laba yang dikalikan dengan nilai seumur hidup pelanggan dari pelanggan yang
hilang terhadap biaya untuk mengurangi tingkat keberalihan.
Dinamika Retensi. Titik awalnya adalah semua orang yang mungkin membeli produk dan
jasa. Tugas berikutnya adalah mengidentifikasi potensial mana yang benar-benar
yang merupakan prospek bagus orang-orang yang mempunyai motivasi, kemampuan,
dan peluang untuk melakukan pembelian dengan mewawancarai mereka, memeriksa
keadaan keuangan mereka, dan seterusnya.
MEMBANGUN LOYALITAS
Menciptakan hubungan
yang baik dengan pelanggan adalah mimpi semua pemasar. Sekelompok peneliti
melihat kegiatan membangun retensi dengan menambah manfaat keuangan, social,
dan structural. 4 jenis kegiatan pemasaran penting yang digunakan perusahaan
untuk meningkatkan loyalitas dan retensi:
Berinteraksi DenganPelanggan. Beberapa perusahaan menciptakan
mekanisme berkelanjutan yang membuat manager senior dapat terus terhubung
dengan umpan balik pelanggan dari lini depan. Contohnya MBNA, raksasa kartu
kredit, meminta semua eksekutif mendengarkan percakapan telepon di area
pelayanan pelanggan atau unit pemulihan pelanggan. Tetapi mendengarkan adalah
sebagian dari cerita. Penting pula untuk menjadi advokat pelanggan dan sebisa
mungkin memandang masalah dari sisi pelanggan, memahami sudut pandang mereka.
Mengembangkan Program Loyalitas. Ada 2 program loyalitas pelanggan
diantaranya program frekuensi dan program pemasaran club. Program frekuensi
dirancang untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan yang sering membeli
dalam jumlah besar. Program ini dapat membantu membangun loyalitas jangka
panjang dengan pelanggan CLV tinggi, menciptakan peluang lintas penjualan dalam
proses. Sebagai contoh sekarang sebagian besar rantai supermarket menawarkan kartu
klub harga yang memberikan diskon barang barang tertentu.
Mempersonalisasikan Pemasaran. Personil perusahaan dapat menciptakan
ikatan yang kuat dengan pelanggan melalui pengindividuan dan personalisasi
hubungan. Intinya, perusahaan yang cerdas dapat merubah pelanggan mereka
menjadi client, yang artinya pelanggan dilayani sebagai bagian dari masa atau
bagian dari segmen yang lebih besar, client dilayani berdasarkan basis
perorangan dan secara professional khusus untuk mereka. Perusahaan e-commerce yang
berusaha menarik dan mempertahankan pelanggan menemukan bahwa personalisasi
lebih dari sekedar menciptakan informasi yang khusus.
Menciptahkan Ikatan Institusional Perusahaan dapat memasok pelanggan
dengan perlatan khusus atau hubungan computer yang membantu pelanggan untuk
mengelola pesanan, penggajian, dan persediaan. Pelanggan tidak terlalu terbujuk
untuk beralih ke pemasok lain jika peralihan itu melibatkan biaya modal tinggi,
biaya riset tinggi, atau hilangnya diskon pelanggan setia. Contoh Milliken dan
company, yang menyediakan program kiranti lunak khusus, riset pemasaran,
pelatihan penjualan, arahan penjualan kepada pelanggan setianya.
Memenangkan Kembali. Tantangannya adalah mengaktifkan kembali
pelanggan yang tidak puas melalui strategi kemenangan kembali. Seringkali lebih
mudah untuk menarik kembali mantan pelanggan daripada menemukan pelanggan baru.
Kuncinya adalah menganalisis penyebab keberalihan pelanggan melalui wawancara
pada saat pelanggan itu keluar dan survey pelanggan yang hilang.

Comments
Post a Comment