Manajemen Pemasaran

 Lingkungan Pemasaran

Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, SE., MM.

Lingkungan Mikro da Makro

Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan makro. Lingkungan mikro terdiri dari pelaku yang deket dengan perusahaan untuk melayani pelangganya perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pasar pelanggan, pesainb, dan masyarakat. Lingkungan makro dari kekutan sosial yang lebih besar yang mempengaryhi lingkungan mikro, kekuatan demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.
Lingkungan Mikro
yaitu adalah pelaku yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi hubungan perusahaan untuk melayani pelanggannya. manajemen pemasaran tidak bisa melakukannya sendiri melainkan  adanya pelaku di dalam lingkungan pemasaran yaitu

a.       Perusahaan
Dalam merumuskan rencana pemasaran harus memperhitungkan kelompok-kelompok lainnya dalam perusahaan misalnya; ManajemenPuncak, Keuangan, Pembelian, Produksi dan Akuntansi, dll.
Bagian-bagian ini membentuk suatu lingkungan mikro suatu perusahaan untuk perencana pemasaran.
b.      Pemasok
Adalah perusahaan bisnis dan perorangan yg menyediakan sumberdaya yg dibutuhkan oleh perusahaan dan pesaingnya untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.
c.       Perantara
Perantara Pemasaran adalah mereka yg membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang kepada pembeli akhir. Para perantara ini meliputi :
·         Middleman, perusahaan yg membantu mendapatkan pelanggan
·         Perusahaan Distribusi Fisik, membantu perusahaan dlm menyediakan & memindahkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan.
·         Biro Jasa Pemasaran, meliputi perusahaan riset, biro iklan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran, mencarikan sasaran dan menpromosikan produk ke pasar sasaran secara tepat.
·         Perantara Keuangan, meliputi bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dll dalam membantu transaksi keuangan dan atau menanggung resiko sehubungan dengan pembelian dan penjualan barang.
d.      Pelanggan
Yaitu sejumlah individu, kelompok, organisasi yang menkonsumsi suatu produk. Perusahaan perlu mengetahui karakteristik dan keinginan pelanggannya yang merupakan para pembeli produk dan jasa yang ditawarkan. Perusahaan harus berusaha mengutamakan kepuasan kepada pelanggannya dengan menawarkan produk dan jasa yang sesuai kebutuhan dan keinginannya. Dalam hal ini masalah konsumerisme menjadi sesuatu yang penting untuk melindungi konsumen secara hukum dari propaganda palsu perusahaan yang mengutamakan keuntungan yang besar dalam jangka pendek.
e.       Pesaing
Yaitu individu, kelompok, organisasi yang sama-sama melakukan pemasaran kepada konsumen. Lingkungan persaingan sangat mempengaruhi kesuksesan usaha pemasaran suatu perusahaan untuk meraih pasar sasarannya. Perusahaan perlu mengetahui berbagai karakteristik dalam lingkungan persaingannya seperti struktur industri, strategi pemasaran para pesaing, tingkat atau ukuran persaingan, dan aspek persaingan lainnya untuk memberikan nilai yang lebih kepada pelanggannya dibanding pesaing.
f.       Masyarakat (Publik)
Yaitu terdiri dari kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan, seperti karyawan, pemegang saham, lembaga keuangan, masyarakat, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.
Tujuh jenis publik yang mengelilingi perusahaan antara lain:
·         Publik Keuangan
·         Publik Media
·         Publik Keuangan
·         Publik Media
·         Publik Pemerintah
·         Publik Kekuatan Warga
·         Publik Lokal
·         Publik Umum
·         Publik Internal

2.      Lingkungan Makro
Yaitu kekuatan masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi seluruh lingkungan mikro pemasaran perusahaan yang mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap pemasaran.
Lingkungan Makro terdiri dari:


a.       Demografi
Berisikan tentang data kependudukan beserta karakteristik distribusinya. Perusahaan perlu melihat kecenderungan demografi utama dan karakteristiknya karena dapat berimplikasi pada pengambilan keputusan dalam perencanaan pemasaran. Yang mana data ini berisi tentang:
·         Perubahan struktur usia
·         Perubahan struktur keluarga
·         Wanita makin sibuk bekerja
·         Meningkatnya pendidikan
·         Pertambahan penduduk yang besar
b.      Ekonomi
Yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Daya beli total tergantung pada pendapatan, harga, tabungan, dan kredit pada waktu yang bersangkutan.
Pemasar harus mengetahui kecendrungan utama dalam pendapatan, dan harus selalu sadar akan adanya pola pembelanjaan konsumen yang terus berubah.
Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
·         Perubahan Pendapatan
·         Tingkat Pengangguran
·         Perubahan Pola Konsumsi
·         Tingkat Inflasi
·         Tingkat Suku Bunga
·         Pembangunan Ekonomi
Salah satu contoh, di saat tingkat inflasi tinggi yang ditandai oleh adanya peningkatan harga barang-barang di pasaran, maka tingkat konsumsi masyarakat cenderung menurun dan tingkat minat untuk menabung menjadi
c.       Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan untuk produksi dan sebagai aktifitass pemasaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu sebagai berikut:
·         Campur tangan pemerintah
·         Terbatasnya SDA
·         Meningkatnya biaya energi
·         Tingkat populasi tinggi
Pemasar perlu memperhatikan hal-hal seperti keterbatasan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, dan meningkatnya polusi dan biaya energi untuk penentuan program pemasaran suatu produk. Misal dengan adanya isu-isu gerakan hijau untuk perlindungan alam (green marketing), sebaiknya perusahaan menciptakan kemasan produk yang ramah lingkungan (bukan berasal dari bahan baku yang susah diuraikan secara biologis, tidak menimbulkan efek rumah kaca/ merusak lapisan ozon).
d.      Lingkungan Teknologi
Yaitu terdiri dari kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi teknologi baru, yang menciptakan produk baru dan peluang-peluang pasar yang baru. Pemasar harus memperhatikan kecenderungan-kecenderungan teknologi berikutnya, antara lain:
·         Cepatnya laju perubahan teknologi
·         Peluang-peluang yang tak terbatas
·         Tingginya anggaran litbang
·         Meningkatnya peraturan
·         Fokus terhadap perbaikan minor
Perubahan teknologi membawa dampak pada perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pasar. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan ide-ide kreatif produk baru yang berorientasi pasar karena adanya kebutuhan konsumen yang perlu terpenuhi. Misal adanya perkembangan teknologi informasi dan adanya gaya hidup yang menuntut kepraktisan menuntut pemasar untuk lebih menawarkan program pemasaran terutama kebijakan pendistribusian produk malalui fasilitas internet atau electronic marketing seperti internet based stores, electronic catalog, video marketing, mail marketing.
e.       Politik
Lingkungan ini terdiri dari undang-undang, instansi pemerintah, dan kelompok penekan yang mempengaruhi dan membatasi organisasi dan pribadi dalam masyarakat. Kecenderungan politik utama yg mempengaruhi manajemen pemasaran adalah:
·      Undang-undang yang mengatur perusahaan
·      Perubahan pelaksanaan undang-undang
·      Pertumbuhan kelompok pembela kepentingan publik.
·      Meningkatnya tekanan
·      Meningkatnya perhatian terhadap etika
Sebagai contoh, pengaturan pemerintah untuk melindungi kepentingan konsumen dari perilaku bisnis yang tidak terkendalikan melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membawa dampak pada pengawasan produk secara lebih intensif.
f.       Lingkungan Budaya
Lingkungan budaya (cultural) terdiri dari lembaga-lembaga dan kekuatan lain yg mempengaruhi nilai dasar, persepsi, preferensi, dan perilaku masyarakat yaitu:
·         Faktual
Tampak jelas dari perbedaan warna dan selera
·         Interpretive
Harus ditafsirkan lebih dalam berhubungan dengan perasaan
Pergeseran nilai budaya, cara hidup, nilai-nilai sosial, keyakinan dan kesenangan dari suatu masyarakat perlu mendapat perhatian pemasar karena dapat mempengaruhi program pemasaran. Misal adanya gaya hidup dari kalangan menengah ke atas membawa dampak pada kebijakan periklanan yang menekankan pada unsur estetis dan kesan glamour.


Merespon Lingkungan Pemasaran


seseorang mengatakan "ada tiga macam perusahaan : perusahaan yang mewujudkan sesuatu, perusahaan yang menonton sesuatu yang terjadi, perusahaan yang tidak tahu apa yang terjadi. banyak perusahaan yang memandang lingkungan pemasaran sebagai elemen yang tidak dapat dikendalikan dimana mereka harus bereaksi dan beradaptasi. mereka secara pasif menerima lingkungan pemasaran dan tidak berusaha mengubahnya. mereka menganalisis  kekuatan lingkungan dan merancang strategi yang akan membantu perusahaan menghindari ancaman.

       manajemen pemasaran tidak selalu dapat mengendalikan kekuatan lingkungan. dalam banyak kasus manajemen pemasaran hanya dapat mengamati dan bereaksi terhadap lingkungan. contohnya perusahaan jarang berhasil mempengaruhi perubahan populasi, ekonomi, demografis, atau nilai budaya utama.  Tetapi jika memungkin manajer pemasaran yang cerdik akan mengambil langkah proaktif dari pada pendekatan reaktif terhadap lingkungan pemasaran.


Model Perilaku Konsumen

  Model perilaku konsumen adalah konsumen yang membuat banyak keputusan pembeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan pembeli konsumen secara sangat rinci untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak yang mereka beli, kapan dan mengapa mereka membeli.

Karakteristik Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh karakteristik budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Biasanya pemasar tidak dapat mengendalikan faktor-faktor semacam itu, tetapi mereka memperhitungkannya.

       Faktor budaya: mempunyai pengaruh yang luas dan mendalam pada perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh budaya,subbudaya dan kelas sosial pembeli.

                 Faktor sosial: perilaku konsumen juga dipengaruhi seperti kelompok kecil, keluarga, serta peran dan status sosial konsumen

       Faktor pribadi: keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti usia dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri.

       Faktor psikologis: pembelian seseorang dipengaruhi oleh 4 faktor psikologis yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.

1.  Pembelajaran: menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.

2.    Keyakinan sikap - Keyakinan: pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu

Sikap: menggambarkan evaluasi, perasaan,dan tendensi yg relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah objek.

3.Motivasi: kebutuhan dengan tekanan kuat yang mengarahkan seseorang mencari kepuasan.

4. Persepsi: proses dimana orang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran dunia yang berarti.

 

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen

  •   Perilaku pembelian konsumen: konsumen mungkin sangat terlibat ketika produk itu mahal, berisiko, jarang dibeli dan sangat memperlibatkan ekspresi diri. Umumnya, konsumen harus mempelajari banyak hal tentang produk.
  •   Perilaku pembeli pengurangan disonansi: terjadi ketika konsumen sangat terlibat dalam pembelian yang mahal, jarang dilakukan atau berisiko, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan antarmerek.
  •   Perilaku pembelian kebiasaan: terjadi dalam keadaan keterlibatan konsumen yang rendah dan sedikit perbedaan merek
  •   Perilaku pembelian mencari keragaman: dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen rendah tetapi anggapan perbedaan merek yang signifikan. Dalam kasus semacam itu, konsumen sering melakukan banyak pertukaran merek

Perilaku Pengambilan Keputusan

Gambar dibawah ini memperlihatkan bahwa proses keputusan pembeli terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pascapembelian. Jelas, proses pembelian dimulai jauh sebelum pembelian sesungguhnya dan berlanjut dalam waktu yang lama setelah pembelian. Pemasar harus memusatkan perhatian pada keseluruhan proses pembelian dan bukan hanya pada keputusan pembelian."

Gambar tersebut memperlihatkan bahwa konsumen melewati seluruh lima tahap itu untuk semua pembelian yang dilakukannya.


 

Perilaku Konsumen Internasional

Memahami perilaku konsumen cukup sulit dilakukan bagi perusahaan yang melakukan pemasaran di luar batas negara. Meskipun demikian, bagi perusahaan perusahaan yang beroperasi di banyak negara, memahami dan melayani kebutuhan konsumen bisa menjadi hal yang menakutkan. Meskipun konsumen di berbagai negara mungkin mempunyai kesamaan, dalam hal nilai, sikap, dan perilakunya sering kali sangat beragam. Pemasar internasional harus memahami perbedaan semacam itu dan menyesuaikan produk dan program pemasarannya dengan kondisi di suatu negara.

 


Pemasar harus memutuskan tingkat di mana mereka akan menerapkan produk dan program pemasarannya agar sesuai dengan budaya dan kebutuhan konsumen yang unik di berbagai pasar. Di satu pihak, para pemasar ingin melakukan standar disasi penawaran mereka untuk menyederhanakan operasi dan memanfaatkan keekonomisan biaya. Di pihak lain, menyesuaikan usaha pemasaran di masing-masing negara menghasilkan produk dan program yang lebih mampu memuaskan kebutuhan konsumen lokal.  Perbedaaan ini bisa berasal dari perbedaan fisik konsumen dan lingkungan mereka. Contohnya, Remington membuat pencukur listrik yanglebih kecil



Comments

Popular posts from this blog

Manajemen Pemasaran