Manajemen Pemasaran
Pasar Global Di Abad 21 - Kel 11
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., MM.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Sejarah Pemasaran Global
Tahun 1980an menandai dekadee pertama saat perusahan domestic seluruh dunia harus mulai berpikir secara global. Waktu dan jarak menyusut dengan cepat sejalan dengan arus komnikasi, transportasi dan finansial lebih cepat. Produk yang hanya dikembangkan pada satu Negara mendapat sambutan yang antusias dari Negara lain.
Baberapa perusahaan telah melakukan pemasaran internasional selama beberapa decade sebagai contoh nestle,shell, bayer, Toshiba dan perusahaan multinasional lainnya dikenal oleh sebagian besar konsumen didunia. Tetapi persaingan global saat ini semakin intensif, perusahaan yang tidak pernah berpikir akan bersaing akan perusahaan lainya dari luar negeri, seketika akan mendapatkan pesaing dari luar negeri didepan mereka
Pemasaran internasional merupakan aktivitas pemasran atau implementasi dari bauran pemasaran antar negara dengan maksud memuaskan konsumen baik bilateral maupun multilateral berupa produk fisik maupun produk non fisik(jasa).Pemasaran internasional juga bisa diartikan sebagai implementasi dari pemasaran secara internasional antar negara, baik bilateral maupun multilateral dengan berbagai permasalahannya.
Syarat-syarat Pemasaran Global
Ada beberapa syarat untuk melakukan pemasaran global, diantaranya :
1.Mempunyai Rencana Global yang Baik
Dalam melaksanakan pemasaran internasional, suatu Negara harus melakukan
perencanaan yang sangat matang untuk keberhasilannya.Rencana global
merupakan suatu rangkaian dari beberapa rencana pemasaran nasional yang efektif. Perencanaan nasional ini mempunyai bebrapa landasan diantaranya yaitu:
a.Pengetahuan mengenai pasar dan lingkungan pemasaran.
b.Pengetahuan tentang produk.
c.Pengetahuan tentang fungsi dan disiplin pemasaran.
Dari rencana-rencana nasional ini, perusahaan nasional harus dapat memutuskan bagaimana rencana global tersebut dapat diterapkan pada pemasaran global.
Bagi rencana global, ada beberapa pendekatan:
a.Mempumyai standarisasi yang menawarkan sejumlah keuntungan.Keuntungan-keuntungan tersebut, diantaranya:
· Dapat menghemat biaya secara signifikan.
· Dapat melakukan proses produksi lebih lama dan mencapai skala ekonomik yang lebih besar dengan membatasi jumlah model dan varian produknya.
· Tersdesentalisasi, tanggung jawab merencanakan pemasaran harusdilakukan oleh eksekutif luar negeri yang paling mengenal lingkungan luar negeri.
· Interaktif antar negara-negara yang terkait/terlibat dalam pemasaran internasional.
2.Memenuhi Standarisasi Global
Walaupun standarisasi tidak dapat diartikan secara total, akan tetapi standarisasi ini tidak kalah penting dalam pasar global. Suatu produk untuk dapat masuk dalam pemasaran global, harus memenuhi beberapa standarisasi yang telah disepakati oleh asosiasi negara-negara.Menurut Jain (1989), ada lima variabel pokok dalam menentukan derajatstandarisasi yang perlu diperhatikan oleh setiap Negara yang akan melakukan pemasaran global, diantaranya adalah:
a.Posisi Pasar
Pasar sasaran ini diukur dengan tiga indicator, yaitu: perkembangan pasar, kondisipasar, dan struktur persaingan pasar.
b.Pasar Sasaran.Karakteristik Produk
Pada variabel karakteristik produk ini diutamakan jenis dan posisi produk.Biasanya produk yang diproduksi adalah barang industri, produk konsumsi tahan lama memiliki posisi merk yang kurang lebih sama pada persepsi konsumen antar pasar sasaran.
d.Lingkungan Pemasaran
Hal yang menjadi ukuran adalah lingkungan fisik, alam hukum, politik, social budaya, keamanan geografis, sarana dan prasarana dalam pemasaran internasional baik di negara eksportir maupun negara importir.
e.Orientasi Perusahaan
Ada beberapa orientasi perusahaan yang dianggap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan standarisasi, seperti orientasi perusahaan yang lebih menekankan pada orientasi produksi, orientasi financial, orientasi penjualan maupun orientasi kepuasan konsumen dan lain lain. Prasyarat standarisasi yaitu :
f. Eksistensi segmen pasar global.
g. Potensi sinergi dari standarisasi.
h. Ketersediaan komunikasi dan prasarana dasar pemasaran.
3.Memperhatikan Birokrasi Dalam dan .Luar Negeri Bisnis internasional membutuhkan pemahaman mengenai birokrasi yang harus dilalui sebagai prosedur yang harus diikuti, baik prosedur di dalam negeri maupun prosedur di Negara tujuan.
4.Produk Harus Sesuai Dengan Kondisi Lingkungan Negara yang akan Dituju atau Disesuaikan dengan Budaya Negara Tujuan Produk.Dalam bisnis internasional, produk-produk yang diperdagangkan sebaiknya memenuhi syarat sesuai dengan kebiasaan dan buadaya masyarakat setempat.
5.Syarat-syarat Bisnis Internasional dapat Dikelompokkana.Syarat fisik, maksudnya bahwa produk ekspor dan produk impor harus memenuhi standar internasional atau telah melalui seleksi yang dilakukan oleh lembaga mutu internasional Internastional Starndard Organisation(ISO). Syarat administrasi, maksudnya bahwa dalam bisnis internasional harus dilengkapi oleh dokumen dokumen ekspor atau impor yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang disepakati.Syarat lain misalnya syarat keamanan, tidak mengganggu lingkungan seperti bebas dari pencemaran udara, air, dan lingkungan alam.
Pemasaran global masa kini tampak mengalami pengembangan berorientasi ke arah regiosentris dan geosentris. Perusahaan ini disebut juga sebagai perusahaan global dan transnasional. Di sini perusahaan akan berusaha melakukan kombinasi atau sintesis terhadap kedua orientasi etnosentris dan polinosentris. Mereka diminta harus mampu melihat berbagai tempat di dunia. Dimanakah yang merupakan pasar potensial?. Berbagai pasar lokal di dunia akan selalu memiliki persamaan dan perbedaan yang harus mampu mereka identifikasikan. Selanjutnya,berdasar persamaan dan perbedaan tersebut mereka akan berusaha mencari dan menciptakan suatu strategi global terbaik namun dengan tetap memiliki rasa tanggung jawab terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen di pasar yang dituju.
· Peraturan
Kita harus benar-benar memperhatikan peraturan setempat dalam hal ini. Mengapa? Contohnya adalah beberapa negara misalnya membatasi jumlah iklan yang dilancarkan dari suatu perusahaan dalam periode per jam. Maka hal ini dapat menghambat strategi pemasaran kita. Beberapa pasar luar negeri tidak mengizinkan kontest, yang merupakan strategi sentral bagi perusahaan seperti www.iwon.com. Maka dari itu penting sekali mempertimbangkan perbedaan peraturan walaupun kecil karena ini dapat membantu atau merusak strategi kita.
· Gaya Komunikasi
Komunikasi berbeda dari suatu negara ke negara lain. Di Italia, misalnya orang membicarakan masalah keluarga dahulu sebelum berbicara bisnis, kalau di Jepang apalagi, tetapi kalau di Amerika, hal ini tidak menjadi masalah.
Jadi berhati-hatilah, karena kalau tidak komunikasi pemasaran kita tidak akan efektif atau menyinggung calon kastemer.
· Ekonomi
Pertumbuhan atau keadaan ekonomi membuat perilaku pasarpun berbeda, begitu juga perilaku membeli sangat berbeda-beda dari suatu negara. Contohnya, bila produk kita no. 1 di negara kita belum tentu nomor satu di negara lain. Hal ini terlihat seperti Komputer lebih banyak di Amerika daripada di Eropa, namun handphone lebih banyak di Eropa daripada di Amerika.Halnya pun sama seperti di Indonesia, mereka mengira dengan memberikan e-mail gratis pasti akan dikuasai oleh banyak pengunjung, padahal hal itu tidak menjamin. Karena ISP di Indonesia tidak gratis, mereka yang punya sambungan ISP pun akan diberikan e-mail gratis kecuali yang pakai koneksi telkom, namun hali ini booming di Eropa dan Amerika karena koneksi ke internet gratis begitu juga pulsa lokal sangat murah bahkan gratis untuk hanya beberapa km saja di AS.
C. Pemasaran : Suatu Disiplin Universal
Dasar dari keberhasilan program pemasaran global adalah pemahaman yang mendalam akan disiplin pemasaran. Pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi pada kesempatan dan kebutuhan.
Perdagangan internasional mempengaruhi pemasaran internasional :
1. Mempunyai kesetaraan yang legal yang utuh terhadap Negara-negara lain.
2. Memerintah teritorialnya sendiri.
3. Memilih system politik, ekonominya, dan sosialnya sendiri.
4. Mempunyai kekuasaan untuk mengadakan perjanjian dengan Negara lain.
Tiga pendekatan kunci memasuki pemasaran global
beberapa pendekatan tersebut adalah:
1.Melalui kegiatan ekspor(exporting)
2.Melalui aliensi strategis(strategic ailiances):lisensi,waralaba,usaha patungan.
3.Melalui infestasi langsung(foroigen direct investment-fdi)
Perusahaan menyesuaikan bauran pemasaran di pasar internasional :
Strategi bauran pemasaran terdiri atas empat kelompok variabel yang biasa disebut “4p” yaitu:
1. Product (produk)
2. Price (harga)
3. Place (tempat)
4. Promotion (promosi)
Tiga bentuk utama organisasi pemasaran internasional:
1.PASAR
2.PERUSAHAAN
3.PIHAK EKSTERNAL
Konsep Strategis Pemasaran
Konsep strategis pemasaran merupakan suatu perkembangan yang besar dalam sejarah pemikiran pemasaran, mengubah fokus pemasaran dari pelanggan atau produk ke pelanggan dalam konteks lingkungan eksternal yang lebih luas.
Tiga Prinsip Pemasaran
Inti dari pemasaran dapat diringkas dalam 3 prinsip dasar :
- mengidentifikasikan tujuan dan tugas pemasaran
- kenyataan persaingan dari pemasaran
- berbargai cara utama untuk mencapai 2 prinsip utama
Comments
Post a Comment